Senin, 21 Mei 2012

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIBIDANG PERFILMAN




Film merupakan salah satu media komunikasi.  Arti dari film itu sendiri ialah gambar-hidup, juga sering disebut movie. Film, secara kolektif, sering disebut sinema.Sekarang kita bahas perkembangan dari film, Film pertama kali dipertontonkan untuk khalayak umum dengan membayar berlangsung di Grand Cafe Boulevard de Capucines, Paris, Perancis pada 28 Desember 1895. Peristiwa ini sekaligus menandai lahirnya film dan bioskop di dunia. Karena lahir secara bersamaan inilah, maka saat awal-awal ini berbicara film artinya juga harus membicarakan bioskop. Meskipun usaha untuk membuat "citra bergerak" atau film ini sendiri sudah dimulai jauh sebelum tahun 1895, bahkan sejak tahun 130 masehi, namun dunia internasional mengakui bahwa peristiwa di Grand Cafe inilah yang menandai lahirnya film pertama di dunia. Pelopornya adalah dua bersaudara Lumiere Louis (1864-1948) dan Auguste (1862-1954). Thomas A. Edison juga menyelenggarakan bioskop di New York pada 23 April 1896. Dan meskipun Max dan Emil Skladanowsky muncul lebih dulu di Berlin pada 1 November 1895, namun pertunjukan Lumiere bersaudara inilah yang diakui kalangan internasional. Kemudian film dan bioskop ini terselenggara pula di Inggris (Februari 1896), Uni Sovyet (Mei 1896), Jepang (1896-1897), Korea (1903) dan di Italia (1905).
Sedangkan di Indonesia sendiri, film pertamakali diperkenalkan pada 5 Desember 1900 di Batavia (Jakarta). Pada masa itu film disebut “Gambar Idoep". Pertunjukkan film pertama digelar di Tanah Abang. Film adalah sebuah film dokumenter yang menggambarkan perjalanan Ratu dan Raja Belanda di Den Haag. Pertunjukan pertama ini kurang sukses karena harga karcisnya dianggap terlalu mahal. Sehingga pada 1 Januari 1901, harga karcis dikurangi hingga 75% untuk merangsang minat penonton.
Film cerita pertama kali dikenal di Indonesia pada tahun 1905 yang diimpor dari Amerika. Film-film impor ini berubah judul ke dalam bahasa Melayu. Film cerita impor ini cukup laku di Indonesia. Jumlah penonton dan bioskop pun meningkat. Daya tarik tontonan baru ini ternyata mengagumkan. Film lokal pertama kali diproduksi pada tahun 1926. Sebuah film cerita yang masih bisu. Agak terlambat memang. Karena pada tahun tersebut, di belahan dunia yang lain, film-film bersuara sudah mulai diproduksi.
Perubahan dalam industri perfilman, jelas nampak pada teknologi yang digunakan. Jika pada awalnya, film berupa gambar hitam putih, bisu dan sangat cepat, kemudian berkembang hingga sesuai dengan sistem pengelihatan mata kita, berwarna dan dengan segala macam efek-efek yang membuat film lebih dramatis dan terlihat lebih nyata.Film tidak hanya dapat dinikmati di televisi, bioskop, namun juga dengan kehadiran VCD dan DVD, film dapat dinikmati pula di rumah dengan kualitas gambar yang baik, tata suara yang ditata rapi, yang diistilahkan dengan home theater. Dengan perkembangan internet, film juga dapat disaksikan lewat jaringan superhighway ini.
Saat ini tidak hanya berkembang film dengan 2 dimensi (2D) tetapi di era yang penuh dengan perkembangan teknologi dan serba digital sekarang sudah banyak film 3 Dimensi(3D) yang sangat luar biasa. Misalnya contoh film yang kaya dengan teknologi seperti Star Wars,yang 3D contohnya Ice Age 3, Final Destination  3,sekarang aka n ada avatar dalam 3D.
Film Avatar yang disutradarai oleh James Cameron. Yang menarik dalam film Avatar adalah penggunaan teknologi terbaru dalam pembuatan film 3 D. Sebagai seorang sutradara yang handal James Cameron  menginginkan film yang dibuatnya menggunakan teknologi 3 D yang terbaik sehingga membuat film tersebut jauh lebih baik daripadaStar Wars.  Dia segera menemui para insinyur Sony untuk meminta mereka membuat sebuah kamera High Definition dengan teknologi 3 D yang mampu untuk mengambil gambar 3 Dimensi tanpa menyebabkan sakit kepala bagi orang yang melihatnya. Dengan demikian, dia membutuhkan kamera dengan teknologi terbaru yang dapat memenuhi keinginannya tersebut. Harapannya tersebut ia sandarkan pada para insinyur-insinyur Sony.


Para penonton film 3 D diharuskan untuk menggunakan kacamata polarisasi agar mereka dapat melihat efek tiga dimensi dari Film yang mereka lihat. Dalam film Avatar kacamata polarisasi merupakan sebuah perkemabangan dalam film 3 D yang sebelumnya hanya menggunakan kacamata berlensa merah dan hijau. Berbeda dengan kacamata untuk menonton film 3 D, kacamata polarisasi terlihat bening sama seperti kacamata biasa.
Film ini menggunakan teknologi capture information, yang cara membuatnya dengan menggunakan komputerisasi dari image aksi manusia yang sesungguhnya. Film ini menggunakan studio yang merupakan perumpamaan dari planet Pandora tempat dimana setting cerita dilakukan. Sutradara James Cameron membuat film ini dalam 3 D (tiga Dimensi) dengan menggunakan kamera film dengan teknologi terbaru, yang bisa menghasilkan gambar stereoscopic 3 D. Gambar stereoscopic merupakan gambar dimana ketika kita melihat pada layar maka seolah-olah kita merasa bahwa gambar tersebut sangat dekat. Metode pengambilan gambar 3 D stereoscopic pertama kali ditemukan oleh Sir Charles Wheatstone pada tahun 1840. Stereoscopy digunakan banyak dalam photogrammetry serta di dalam dunia entertainment melalui produksi stereograms. Dalam membuat filmnya, James Cameron menggunakan 2 kamera ringan dengan berat hanya 50 pound, teknologi kamera tersebut akan dipadukan dengan menggunakan komputer. Tidak seperti teknologi 3 D yang pernah ada, yang menangkap dot yang ada dimuka manusia untuk membuat perubahan emosi yang direkonstruksi dengan cara digital. Pada pembuatan film avatar pengambilan gambar setiap detailnya akan dianalisa seperti pori-pori dan keriput untuk membantu membuat tokoh yang ditampilkan terlihat lebih nyata dan jelas. Tentu saja semua teknologi tersebut menggunakan bantuan teknologi komputer yang sangat canggih. Teknologi kamera yang digunakan merupakan gabungan dari dua jenis kamera sehingga membuat pengambilan gambar yang dilakukan mampu memberikan perspektif pengambilan gambar manusia dari tiga perspektif. Difilmkan dengan menggunakan 197 kamera sekaligus secara bersamaan, dan real-time. Hal ini tentu saja akan membuat gambar yang diambil menjadi lebih jelas dan lebih baik.
Perkembangan gambar tiga dimensi tidak terlepas dari perkembangan komputer animasi. Animasi komputer merupakan suatu seni untuk membuat gambar bergerak dengan mempergunakan komputer. Tentu saja hal ini membutuhkan teknologi komputer yang cukup canggih.  Adapun aplikasi komputer grafis yang digunakan yaitucomputer generated imagery (CGI). Beberapa software CGI populer antara lain Art of Illusion (bisa di-download di sourceforce.net), Maya, Blender, dan lain-lain.

Jumlah Penonton Film Indonesia dari Tahun 2007 – 2012

#          Judul                                       Layar minggu terakhir             Penonton

1          Laskar Pelangi                                     -                                   4.606.785
2          Ayat-ayat Cinta                                  -                                   3.581.947
3          Ketika Cinta Bertasbih                       -                                   3.100.906       
4          Ketika Cinta Bertasbih 2                    -                                   2.003.121
5          The Raid                                             26                                1.828.680
6          Sang Pemimpi                                     -                                   1.742.242
7          Get Married                                        -                                   * 1.400.000
8          Garuda Di Dadaku                             -                                   1.371.131
9          Nagabonar Jadi 2                                -                                   * 1.300.000
10        Sang Pencerah                                     -                                   * 1.206.000


Keterangan:

   1. Sumber data: PPFI, Blitzmegaplex, produser film dan sumber-sumber lainnya.
   2. Untuk tahun berjalan data jumlah penonton kami perbarui setiap minggu.
   3. Data jumlah penonton antara tahun 1995 - 2006 belum tersedia.
   4. Asumsi penghitungan pendapatan kotor dari peredaran suatu film adalah sebagai berikut:
          * Tahun 2008: Rp 13.000/penonton
          * Tahun 2009: Rp 14.000/penonton
          * Tahun 2010: Rp 15.000/penonton
          * Tahun 2012: Rp 22.000/penonton
   5. Jika anda menemukan kesalahan/kekurangan pada data-data dibawah ini, bantu kami untuk memperbaikinya. Silakan lihat halaman Kontribusi untuk keterangan lebih lanjut.
   6. Jumlah layar dari film yang beredar mulai 7 April 2011 dicantumkan.

* = Perkiraan jumlah penonton hasil kombinasi data dari berbagai sumber.


Dampak Perkembangan Teknologi Perfilman Terhadap Kesehatan

Kemajuan teknologi dalam industri perfilman dunia telah memboyong banyak sekali film-film berjenis 3 dimensi yang marak diputar di bioskop tanah air. Menonton tayangan tersebut memang sangat seru karena memiliki kekuatan visual yang lebih “hidup”. Namun pernahkah Anda terpikir dampak yang ditimbulkannya bagi kesehatan mata?

Sebuah survei online oleh American Association of Optometrists menunjukan seperempat dari responden survei mengatakan mata mereka terasa sakit, berkunang-kunang, kepala pusing, dan mual setelah menonton tayangan 3D. Hal tersebut terjadi akibat mata manusia yang biasanya terpaku dan terus memfokuskan diri pada satu objek pada saat objek itu mendekat, tetapi pada tayangan 3D tidak membuat objek mendekat namun memperlihatkan sederetan objek lain. Karenanya, saraf mata pun bekerja lebih keras untuk fokus.

Para ahli menyarankan jarak aman bagi penonton 3D yaitu minimal 5 kali ukuran layar serta jarang pandang mata harus sejajar dengan layar tersebut. Ketika Anda menonton film 3D pada bioskop, ruangan yang gelap justru akan semakin memicu kerusakan mata. Diperlukan cahaya yang cukup agar kontras layar tidak terlalu membebani penglihatan.  

Secara umum, tayangan 3D tidak akan sepenuhnya mengganggu fungsi mata apabila kuantitas menonton tidak terlalu sering dan jarak pandang yang disarankan sudah sesuai. Namun apabila Anda mengalami gejala pusing, mual dan mata terasa kabur, sebaiknya hentikan menonton tayangan 3D dan berkonsultasilah dengan dokter spesialis mata Anda. 

SUMBER :


http://filmindonesia.or.id/movie/viewer/2007-2012

http://optikmelawai.com/eye_info/dampak-tayangan-3d-bagi-kesehatan-mata/211/



Minggu, 06 Mei 2012

TELEVISI DIGITAL (TUGAS UTS)

NAMA : TOMMY NUR PRATAMA
NIM : 153090065

I. PENGERTIAN TELEVISI DIGITAL DAN TELEVISI ANALOG

A. Televisi Digital
Televisi digital (bahasa Inggris: Digital Television, DTV)atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio dan data ke pesawat televisi. TV Digital bukan berarti pesawat televisinya yang digital, namun lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah sinyal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital (Digital Broadcasting).

B. Televisi Analog
Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog. Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC (national Television System Committee), PAL, dan SECAM.

II. PERBEDAAN TELEVISI DIGITAL DAN TELEVISI ANALOG\
Perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog dan digital terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal akan melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan pada sistem digital, siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.

Perbedaan TV Digital dan TV Analog hanyalah perbedaan pada sistim tranmisi pancarannya, kebanyakan TV di Indonesia, masih menggunakan sistim analog dengan cara memodulasikannya langsung pada Frekwensi Carrier, Sedangkan pada Pada sistim digital, data gambar atau suara dikodekan dalam mode digital (diskret) baru di pancarkan.

Orang awam pun dapat membedakan dengan mudah, jika TV analog signalnya lemah (semisal problem pada antena) maka gambar yang diterima akan banyak ‘semut’ tetapi jika TV Digital yang terjadi adalah bukan ‘semut’ melainkan gambar yang lengket seperti kalau kita menonton VCD yang rusak. Kualitas Digital jadi lebih bagus, karena dengan Format digital banyak hal dipermudah.

Siaran TV Satelit Dulu memakai Analog. Sekarang sudah banyak yang digital. Tidak semua TV satelit memakai sistim Digital. Di beberapa satelit Arab banyak yang memakai mode analog. Sebenarnya untuk menerima siaran digital untuk TV yang analog tidaklah terlalu mahal. Receiver ini hanya tinggal pasang antena dan kemudian AV nya colokkan ke TV. Untuk siaran TV satelit namanya DVB-S (Digital Video Broadcasting – Satelite). Sedangkan untuk di daratan namanya DVB-T(Digital Video Broadcasting – Terresterial)

Jika anda melihat Indosiar atau Metro TV atau RCTI melalui satelit anda bisa melihat siaran TV Digital. Tidak Harus plasma, Tidak harus HD, karena stasiun TV Nasional masih memakai SDTV meskipun mereka memancarkan secara digital lewat satelit Dengan memakai TV 14 inchi yang paling murahpun anda bisa menonton TV digital. Sedangkan jika anda membeli TV LCD, hampir semua bisa menerima signal Digital tanpa alat tambahan karena sudah dilengkapi dengan receiver digital.

III. KELEBIHAN TELEVISI DIGITAL DIBANDINGKAN TELEVISI ANALOG
TV Digital memiliki hasil siaran dengan kualitas gambar dan warna yang jauh lebih baik dari yang dihasilkan televisi analog. Sistem televisi digital menghasilkan pengiriman gambar yang jernih dan stabil meski alat penerima siaran berada dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi. TV Digital memiliki kualitas siaran berakurasi dan resolusi tinggi. Teknologi digital memerlukan kanal siaran dengan laju sangat tinggi mencapai.

Siaran menggunakan sistem digital memiliki ketahanan terhadap gangguan dan mudah untuk diperbaiki kode digitalnya melalui kode koreksi error. Akibatnya adalah kualitas gambar dan suara yang jauh lebih akurat dan beresolusi tinggi dibandingkan siaran televisi analog. Selain itu siaran televisi digital dapat menggunakan daya yang rendah

Transmisi pada TV Digital menggunakan lebar pita yang lebih efisien sehingga saluran dapat dipadatkan. Sistem penyiaran TV Digital menggunakan OFDM yang bersifat kuat dalam lalu lintas yang padat. Transisi dari teknologi analog menuju teknologi digital memiliki konsekuensi berupa tersedianya saluran siaran televisi yang lebih banyak. Siaran berteknologi digital yang tidak memungkinkan adanya keterbatasan frekuensi menghasilkan saluran-saluran televisi baru. Penyelenggara televisi digital berperan sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital sementara program siaran disediakan oleh operator lain. Bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran televisi digital mengalami perubahan dari segi pemanfaatan kanal ataupun teknologi jasa pelayanannya. Terjadi efisiensi penggunaan kanal frekuensi berupa pemakaian satu kanal frekuensi untuk 4 hingga 6 program.

Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi analog dan sistem penerimaan televisi bergerak. TV Digital memiliki fungsi interaktif dimana pengguna dapat menggunakannya seperti internet. Sistem siaran televisi digital DVB mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan jalur kembali antara IRD dan operator melalui modul Sistem Manajemen Subscriber. Jalur tersebut memerlukan modem,jaringan telepon atau jalur kembali televisi kabel, maupun satelit untuk mengirimkan sinyal balik kepada pengguna seperti pada aplikasi penghitungan suara melalui televisi. Ada beberapa spesifikasi yang telah dikembangkan, antara lain melalui jaringan telepon tetap (PSTN) dan jaringan berlayanan digital terintegrasi (ISDN). Selain itu juga dikembangkan solusi komprehensif untuk interaksi melalui jaringan CATV, HFC, sistem terestrial, SMATV, LDMS, VSAT, DECT, dan GSM.

Selain kelebihan di atas, televisi digital juga mempunyai kelebihan antara lain :
  1. TV Digital digunakan untuk siaran interaktif. Masyarakat dapat membandingkan keunggulan kualitas siaran digital dengan siaran analog serta dapat berinteraksi dengan TV Digital.
  2. Teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif dimana TV digital memiliki layanan komunikasi dua arah layaknya internet.
  3. Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi tidak bergerak maupun sistem penerimaan televisi bergerak. Kebutuhan daya pancar televisi digital yang lebih kecil menyebabkan siaran dapat diterima dengan baik meski alat penerima siaran bergerak dalam kecepatan tinggi seperti di dalam mobil dan kereta.
  4. TV Digital memungkinkan penyiaran saluran dan layanan yang lebih banyak daripada televisi analog. Penyelenggara siaran dapat menyiarkan program mereka secara digital dan memberi kesempatan terhadap peluang bisnis pertelevisian dengan konten yang lebih kreatif, menarik, dan bervariasi.

IV. DAMPAK YANG TIMBUL AKIBAT ADANYA SISTEM SIARAN DIGITAL DI INDONESIA
Kemunculan televisi digital di indonesia harus dipikirkan dampak dan konsekuensinya karena selama ini masih banyak masyarakat yang menggunakan dan terbiasa dengan televisi telivisi analog. Sedikit ketidaknyamanan yang mau tidak mau harus diterima dengan peralihan ke TV digital ini adalah:
  1. Perlunya pesawat TV baru atau paling tidak kita perlu membeli TV Tuner baru yang harganya bisa dibilang cukup mahal. Hal tersebut akan menimbulkan dampak yang besar, mengingat hampir seluruh komponen pertelevisian di Indonesia masih menggunakan komponen analog, sehingga kemajuan tekhnologi televisi digital ini dapat mematikan usaha-usaha kecil yang selama ini telah ada. Karenanya hal ini mewajibkan Pemerintah untuk mensosialisasikan lebih rinci kepada masyarakat.
  2. Mahalnya perangkat transmisi dan operasional broadcast berbasis tehnologi digital merupakan persoalan tersendiri bagi kemampuan industri televisi di Indonesia. Bagaimanapun untuk bisa menyiarkan program secara digital, perangkat pemancar memang harus diganti dengan perangkat baru yang memiliki sistem modulasi frekuensi secara digital. Untuk mem-back up operasional sehari-hari saja dengan tingkat persaingan antar sesama radio dan televisi swasta nasional saja sudah sangat berat, apalagi untuk harus mengalokasikan sekian persen pemasukan iklan untuk digunakan bagi digitalisasi. Selain itu, dalam masa transisi, stasiun televisi harus siaran multicast atau operasional di dua saluran secara paralel: analog dan digital, karena tetap memberi kesempatan pada masyarakat yang belum dapat membeli televisi digital.
  3. Sistem pemrosesan sinyalnya. Pada sistem digital, karena diperlukan tambahan proses misalnya Fast Fourier Transform (FFT), Viterbi decoding dan equalization di penerima, maka TV Digital ini akan sedikit terlambat beberapa detik dibandingkan TV Analog. Ketika TV analog sudah menampilkan gambar baru, maka TV Digital masih beberapa detik menampilkan gambar sebelumnya.
  4. Bagaimana soal akses pada jaringan media serta kondisi sistem akses itu sendiri. Persoalan seperti pengaturan decoder TV digital maupun content media menjadi layak kaji dalam hal ini. Dan akses pada spektrum frekuensi
  5. Bagaimanapun pada era penyiaran digital telah terjadi konvergensi antarteknologi penyiaran (broadcasting), teknologi komunikasi (telepon), dan teknologi internet (IT). Dalam era penyiaran digital, ketiga teknologi tersebut sudah menyatu dalam satu media transmisi. Dengan demikian akses masyarakat untuk memperoleh ataupun menyampaikan informasi menjadi semakin mudah dan terbuka
  6. Terjadinya migrasi dari era penyiaran analog menuju era penyiaran digital, yang memiliki konsekuensi tersedianya saluran siaran yang lebih banyak, akan membuka peluang lebih luas bagi para pelaku penyiaran dalam menjalankan fungsinya dan dapat memberikan peluang lebih banyak bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam industri penyiaran ini.
  7.  Momentum penyiaran digital dapat membuka peluang yang lebih banyak bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan ekonominya. Peluang usaha di bidang rumah produksi, pembuatan aplikasi-aplikasi audio, video dan multimedia, industri senetron, film, hiburan, komedi dan sejenisnya menjadi potensi baru untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.
Dampak Positif Penyiaran Televisi Digital 
  1. Kualitas gambar yang lebih halus dan tajam,
  2. Pengurangan terhadap efek noise
  3. Kemudahan untuk recovery pada penerima dengan error correction code, serta
  4. mengurangi efek dopler jika menerima siaran tv dalam kondisi bergerak (misalnya di mobil, bus, maupun kereta api).
  5. Selain itu sinyal digital dapat menampung program siaran dalam satu paket, dikarenakan pemakaian bandwidth pada tv digital tidak sebesar tv analog.
Dampak Negatif Penyiaran Televisi Digital
  1. Regulasi bidang penyiaran yang harus diperbaiki,
  2. Standardisasi yang harus segera ditentukan baik untuk perangkat dan teknologi yang akan digunakan,
  3. Industri pendukung yang harus segera disiapkan baik perangkat maupun kontennya.
  4. Jika kanal TV digital ini diberikan secara sembarangan kepada pendatang baru, selain penyelenggara TV siaran digital terrestrial harus membangun sendiri infrastruktur dari nol, maka kesempatan bagi penyelenggara TV analog eksisting seperti TVRI, 5 TV swasta eksisting dan 5 penyelenggara TV baru untuk berubah menjadi TV digital di kemudian hari akan tertutup karena kanal frekuensinya sudah habis.
V. PROSPEK MASA DEPAN PENYIARAN TELEVISI DIKAITKAN DENGAN ADANYA DIGITALISASI SISTEM SIARAN TELEVISI
Dengan adanya kemajuan dalam teknologi di Indonesia, sudah seharusnya kita merasa bangga. Karena tidak ada lagi kata ketertinggalan dalam segi teknologi. Namun transisi dari perpindahan TV Analog ke TV Digital tidak mudah, banyaknya tanggapan dari masyarakat atau pengguna yang berbeda-beda.

Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter (Set Top Box). Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.

Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.


 Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.


TELEVISI DIGITAL (TUGAS UTS)

NAMA : ADINDA NUGRAHA CP
NIM : 153090077

Televisi digital adalah standar baru transmisi gambar dan suara untuk dunia broadcast (penyiaran). Sistem ini hadir untuk menggantikan sistem analog yang telah berhenti perkembangannya. Istilah televisi digital bukan didasarkan pada pesawat televisinya yang digital, melainkan lebih kepada sinyal yang ditransmisikan adalah sinyal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital.

Informasi pada saat sekarang ini bisa saja menjadi kekuatan bagi seseorang. Dengan kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi, seseorang bisa memanfaatkan informasi tersebut menjadi kekuatannya. Maksudnya, kemampuan itu bisa digunakan untuk kepentingan ekonomi maupun politik. Teknologi komunikasi tidak hanya memberikan dampak permudahan pekerjaan bagi manusia. Namun, perkembangan teknologi juga memberikan dampak bagi struktur sosial masyarakat. Seperti yang kita ketahui, manusia seakan-akan tidak bisa terlepas dari teknologi, baik dalam mengerjakan suatu hal ataupun sekadar mencari informasi. Oleh sebab itu, terjadi suatu kaitan yang sangat kuat antara teknologi, informasi, dan masyarakat. Teknologi digital telah memberikan pengaruh yang besar dalam perkembangan teknologi komunikasi. Dengan teknologi digital, kita bisa melakukan revisi atau perbaikan suatu informasi atau bahkan melakukan manipulasi informasi.

Hampir semua stasiun TV penyiaran baik TVRI maupun TV swasta nasional telah memanfaatkan sistem teknologi penyiaran dengan teknologi digital khususnya pada sistem perangkat studio untuk memproduksi program, melakukan editing, perekaman dan penyimpanan data. Pengiriman sinyal gambar, suara dan data telah menggunakan sistem transmisi digital dengan menggunakan satelit yang umumnya dimanfaatkan sebagai siaran TV-Berlangganan. Sistem transmisi digital melalui satelit ini menggunakan standar yang disebut DVB-T (Digital Video Broadcasting Satellite).

PENGERTIAN
Televisi digital (Digital Television, DTV) merupakan televisi yang menggunakan modulasi digital dan kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat televisi. Kelebihan televisi digital dibandingkan dengan televisi analog adalah cakupannya yang lebih luas. Televisi digital juga lebih menyenangkan untuk dinikmati oleh penonton dan juga memberi nilai lebih bagi stasiun televisi dan production house yang ada serta bagi pemerintah.

Kelebihan lain dari televisi digital adalah kualitas gambar dan suaranya yang lebih baik daripada televise analog. Di samping itu, teknologi ini juga menawarkan fasilitas-fasilitas baru yang belum pernah didapat oleh penonton. Sekarang ini saja penonton juga mendapatkan kemudahan dalam memperoleh siaran televisi melalui internet atau web yang dikenal dengan IPTV (Internet Protocol Television). Tidak tertutup kemungkinan bahwa kelak akan terjadi konvergensi antara internet dengan broadcast sehingga dapat mempermudah dalam menjelajah internet.

Ada beberapa cara yang digunakan agar dapat menangkap siaran televisi digital. Cara pertama adalah dengan menggunakan alat penerima yang disebut sebagai antenna. Cara ini disebut Digital Terrestrial Television (DTT). Dengan DTT, kualitas dan saluran televisi yang dapat ditangkap oleh pesawat televisi begitu terbatas dan berbeda satu sama lain. Hal ini dipengaruhi pula oleh adanya perbedaan signal di suatu tempat dengan tempat yang lain.

Cara lain untuk mendapatkan siaran televisi digital adalah dengan menggunakan televise berlangganan (pay-tv) atau yang lebih dikenal dengan tv kabel. Akan tetapi, sekarang ini cara yang digunakan untuk menangkap siaran televisi digital adalah dengan menggunakan decoder. Decoder bekerja dengan menerjemahkan signal digital menjadi signal yang dapat diterima oleh sistem analog.

Teknologi digital efisien dalam pemanfaatan spektrum. Satu penyelenggara televisi digital meminta spektrum dalam jumlah yang cukup besar. Artinya tidak hanya 1 (satu) kanal pembawa melainkan lebih. Penyelenggara berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan yaitu untuk mentransfer program dari stasiun televisi lain yang ada di dunia menjadi satu paket layanan sebagaimana penyelenggaraan televisi kabel berlangganan yang ada saat ini.

PERBEDAAN TV DIGITAL DENGAN TV ANALOG
Perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog dan digital terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal akan melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan pada sistem digital, siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.

Perbedaan TV Digital dan TV Analog hanyalah perbedaan pada sistem tranmisi pancarannya, kebanyakan TV di Indonesia, masih menggunakan sistem analog dengan cara memodulasikannya langsung pada Frekwensi Carrier, Sedangkan pada Pada sistem digital, data gambar atau suara dikodekan dalam mode digital (diskret) baru di pancarkan. Orang awam pun dapat membedakan dengan mudah, jika TV analog signalnya lemah (semisal problem pada antena) maka gambar yang diterima akan banyak ‘semut’ tetapi jika TV Digital yang terjadi adalah bukan ‘semut’ melainkan gambar yang lengket seperti kalau kita menonton VCD yang rusak. Kualitas Digital jadi lebih bagus, karena dengan Format digital banyak hal dipermudah.

DAMPAK TV DIGITAL
Perspektif bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran di era digital juga mengalami perubahan yang berarti baik dari pemanfaatan kanal maupun teknologi jasa pelayanannya. Pada pemanfaatan kanal frekuensi akan terjadi efisiensi penggunaan kanal yang sangat berarti. Satu kanal frekuensi yang saat ini hanya bisa diisi oleh satu program saja nantinya akan bisa diisi antara empat sampai enam program sekaligus. Sepuluh program siaran TV-swasta Nasional saat ini yang menduduki juga 10 kanal di UHF (Ultra High Frequency) hanya menduduki 2 atau 3 kanal saja.

Dampak Positif
Manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan beralih ke penyiaran TV digital antara lain:
  1. Kualitas gambar yang lebih halus dan tajam
  2. Pengurangan terhadap efek noise
  3. Kemudahan untuk recovery pada penerima dengan error correction code
  4. Mengurangi efek dopler jika menerima siaran tv dalam kondisi bergerak (misalnya di mobil, bus, maupun kereta api)
  5. Sinyal digital dapat menampung program siaran dalam satu paket, dikarenakan pemakaian bandwidth pada tv digital tidak sebesar tv analog.
Dampak Negatif
Disamping banyak hal yang bermanfaat, tentunya kendala yang akan dihadapi dalam migrasi ke siaran TV digital pun juga semakin banyak seperti:
  1. Regulasi bidang penyiaran yang harus diperbaiki
  2. Standardisasi yang harus segera ditentukan baik untuk perangkat dan teknologi yang akan digunakan
  3. Industri pendukung yang harus segera disiapkan baik perangkat maupun kontennya.
  4. Jika kanal TV digital ini diberikan secara sembarangan kepada pendatang baru, selain penyelenggara TV siaran digital terrestrial harus membangun sendiri infrastruktur dari nol, maka kesempatan bagi penyelenggara TV analog eksisting seperti TVRI, 5 TV swasta eksisting dan 5 penyelenggara TV baru untuk berubah menjadi TV digital di kemudian hari akan tertutup karena kanal frekuensinya sudah habis.

BAGAIMANA PENDAPAT TENTANG PROSPEK MASA DEPAN PENYIARAN TV DI INDONESIA DIKAITKAN DENGAN DIGITALISASI SISTEM SIARAN TV ?
Dengan adanya kemajuan dalam teknologi di Indonesia, sudah seharusnya kita merasa bangga. Karena tidak ada lagi kata ketertinggalan dalam segi teknologi. Namun transisi dari perpindahan TV Analog ke TV Digital tidak mudah, banyaknya tanggapan dari masyarakat atau pengguna yang berbeda-beda.

Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter (Set Top Box). Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.

Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.

Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.

DAMPAK YANG TIMBUL AKIBAT ADANYA SISTEM SIARAN DIGITAL DI INDONESIA
Kemunculan televisi digital di indonesia harus dipikirkan dampak dan konsekuensinya karena selama ini masih banyak masyarakat yang menggunakan dan terbiasa dengan televisi telivisi analog. Sedikit ketidaknyamanan yang mau tidak mau harus diterima dengan peralihan ke TV digital ini adalah:
  1. Perlunya pesawat TV baru atau paling tidak kita perlu membeli TV Tuner baru yang harganya bisa dibilang cukup mahal. Hal tersebut akan menimbulkan dampak yang besar, mengingat hampir seluruh komponen pertelevisian di Indonesia masih menggunakan komponen analog, sehingga kemajuan tekhnologi televisi digital ini dapat mematikan usaha-usaha kecil yang selama ini telah ada. Karenanya hal ini mewajibkan Pemerintah untuk mensosialisasikan lebih rinci kepada masyarakat.
  2. Mahalnya perangkat transmisi dan operasional broadcast berbasis tehnologi digital merupakan persoalan tersendiri bagi kemampuan industri televisi di Indonesia. Bagaimanapun untuk bisa menyiarkan program secara digital, perangkat pemancar memang harus diganti dengan perangkat baru yang memiliki sistem modulasi frekuensi secara digital. Untuk mem-back up operasional sehari-hari saja dengan tingkat persaingan antar sesama radio dan televisi swasta nasional saja sudah sangat berat, apalagi untuk harus mengalokasikan sekian persen pemasukan iklan untuk digunakan bagi digitalisasi. Selain itu, dalam masa transisi, stasiun televisi harus siaran multicast atau operasional di dua saluran secara paralel: analog dan digital, karena tetap memberi kesempatan pada masyarakat yang belum dapat membeli televisi digital.
  3. Sistem pemrosesan sinyalnya. Pada sistem digital, karena diperlukan tambahan proses misalnya Fast Fourier Transform (FFT), Viterbi decoding dan equalization di penerima, maka TV Digital ini akan sedikit terlambat beberapa detik dibandingkan TV Analog. Ketika TV analog sudah menampilkan gambar baru, maka TV Digital masih beberapa detik menampilkan gambar sebelumnya.
  4. Terjadinya migrasi dari era penyiaran analog menuju era penyiaran digital, yang memiliki konsekuensi tersedianya saluran siaran yang lebih banyak, akan membuka peluang lebih luas bagi para pelaku penyiaran dalam menjalankan fungsinya dan dapat memberikan peluang lebih banyak bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam industri penyiaran ini.
  5. Momentum penyiaran digital dapat membuka peluang yang lebih banyak bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan ekonominya. Peluang usaha di bidang rumah produksi, pembuatan aplikasi-aplikasi audio, video dan multimedia, industri senetron, film, hiburan, komedi dan sejenisnya menjadi potensi baru untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.
Televisi di Indonesia telah menjadi alat penting baik untuk hiburan maupun untuk mendapatkan informasi. Baik televisi digital maupun analog dalam penyiarannya memiliki kesamaan yaitu memiliki dampak psikologis terhadap penontonnya. Dengan frekuensi menonton yang tinggi dan kualitas tontonan yang rendah akan berdampak buruk baik pada orang dewasa maupun pada pada anak – anak.

Senin, 23 April 2012

Teknologi Desktop Publishing





Desktop publishing adalah istilah yang diciptakan setelah perkembangan tertentu jenis perangkat lunak. Sebelum penemuan perangkat lunak penerbitan desktop tugas yang terlibat dalam desktop publishing dilakukan secara manual, oleh berbagai orang dan terlibat baik desain grafis dan prepress tugas-tugas yang kadang-kadang menyebabkan kebingungan tentang apa desktop publishing dan bagaimana hal itu dilakukan.

Desktop publishing (juga dikenal sebagai DTP) menggabungkan komputer dan perangkat lunak untuk tata letak halaman WYSIWYG yang berfungsi untuk membuat dokumen publikasi pada komputer dan penerbitan baik skala besar atau kecil skala output perangkat multifungsi lokal maupun distribusi.

Desktop publishing adalah penggunaan komputer dan software untuk membuat tampilan visual dari ide dan informasi. Penerbitan dokumen Desktop mungkin untuk desktop atau percetakan komersial atau distribusi elektronik termasuk PDF, menunjukkan slide, newsletter email, dan situs web.

DEFINISI LAMA / TRADISIONAL

Desktop publishing adalah penggunaan komputer dan software khusus untuk membuat dokumen untuk desktop atau percetakan komersial. Desktop publishing mengacu pada proses menggunakan komputer untuk menghasilkan dokumen-dokumen seperti newsletter, brosur, buku, dan publikasi lain yang pernah dibuat secara manual dengan menggunakan berbagai teknik non-komputer bersama dengan mesin besar phototypesetting kompleks. Hari ini perangkat lunak penerbitan desktop semua itu - nyaris. Tapi sebelum PageMaker dan perangkat lunak penerbitan desktop lainnya ada e-sisik, paste-up, dan cara-cara non-komputer desktop menyusun rancangan untuk pencetakan.

Benar penerbitan berbicara, desktop adalah perakitan teknis file digital dalam format yang sesuai untuk dicetak. Dalam penggunaan praktis, banyak dari desain "grafis" proses juga dilakukan dengan desktop publishing dan software grafis dan kadang-kadang termasuk dalam definisi desktop publishing. Perbandingan antara desktop publishing dan desain grafis:
1. Apa Desktop Publishing - Ini adalah proses dengan menggunakan komputer dan tipe tertentu perangkat lunak untuk menggabungkan teks dan grafis untuk menghasilkan dokumen-dokumen seperti newsletter, brosur, buku, dlL.
2. Apa itu Desain Grafis -Ini adalah proses dan seni menggabungkan teks dan grafis dan mengkomunikasikan pesan yang efektif dalam desain logo, grafis, brosur, buletin, poster, tanda, dan setiap jenis komunikasi lainnya visual.

Desktop publishing (juga dikenal sebagai DTP) menggabungkan sebuah komputer pribadi dan WYSIWYG layout halaman perangkat lunak untuk membuat publikasi dokumen pada komputer baik untuk penerbitan skala besar atau kecil skala lokal multifungsi periferal output dan distribusi.

Desktop publishing umumnya digunakan untuk menggambarkan tata letak halaman keterampilan. Namun, keterampilan dan perangkat lunak tidak terbatas pada kertas dan penerbitan buku. Keterampilan yang sama dan software yang sering digunakan untuk membuat grafik untuk menampilkan titik penjualan , materi promosi , pameran perdagangan menunjukkan , paket desain ritel dan luar tanda . Dengan kata yang sangat sederhana, dapat dikatakan bahwa itu adalah aplikasi pembuat halaman.

SEJARAH
Desktop publishing dimulai pada tahun 1985 dengan diperkenalkannya MacPublisher , pertama WYSIWYG layout program, yang berjalan di atas 128K asli Macintosh komputer. (Desktop susunan kata , dengan hanya makeup fasilitas halaman yang terbatas, telah tiba di 1978-9 dengan pengenalan TeX , dan telah diperpanjang pada awal tahun 1980 oleh LaTeX pasar.) DTP itu meledak di tahun 1985 dengan diperkenalkannya pada bulan Januari Apple LaserWriter printer , dan kemudian pada bulan Juli dengan diperkenalkannya PageMaker perangkat lunak dari Aldus yang dengan cepat menjadi standar industri perangkat lunak DTP. 

Publikasi pertama yang diketahui menggunakan 'desktop publishing' untuk diproduksi massal dan dijual publikasi adalah Kitab Barter di Campbell River British Columbia yang mulai menerbitkan pada bulan Oktober 1984. Barter Buku membeli komputer Macintosh dan imagewriter Apple pada bulan Februari 1985. Menggunakan MacPublisher I, II dan III yang berulang kali jatuh. Kemudian mencoba Pagemaker II dengan hasil yang sama. Perangkat lunak pertama yang bekerja sempurna adalah Ready, Set, Go.

Kemampuan untuk membuat WYSIWYG layout halaman di layar dan kemudian mencetak halaman pada garing 300 dpi resolusi yang revolusioner bagi industri susunan kata dan industri komputer pribadi. Surat Kabar dan publikasi cetak lain yang dibuat pindah ke program berbasis DTP dari sistem tata letak lama seperti Atex dan program lain seperti itu di awal 1980-an. 

Istilah "desktop publishing" tersebut diberikan untuk Aldus Corporation pendiri Paulus Brainerd , yang mencari pemasaran menangkap-frase untuk menggambarkan ukuran relatif kecil dan keterjangkauan suite ini produk dalam kontras dengan mahal komersial phototypesetting peralatan hari.

Dengan standar ini, desktop publishing awal adalah urusan primitif. Pengguna PageMaker-LaserWriter-Macintosh 512K sistem mengalami crash perangkat lunak sering, Mac kecil 512 x 342 dan putih layar-bit hitam 1, ketidakmampuan untuk mengontrol spasi huruf , kerning (penambahan atau penghapusan ruang antara karakter individu dalam sepotong teks mengeset untuk memperbaiki penampilan atau mengubah sesuai perusahaan) dan lainnya fitur tipografi , dan perbedaan antara tampilan layar dan dicetak output. Namun, hal ini merupakan kombinasi revolusioner pada waktu itu, dan telah diterima dengan sambutan yang cukup besar. 

Layar belakang teknologi yang dikembangkan oleh Adobe Systems menetapkan dasar untuk aplikasi desktop publishing profesional. The LaserWriter dan Plus LaserWriter printer termasuk kualitas tinggi, scalable Adobe PostScript -font dibangun ke mereka ROM memori. The LaserWriter's PostScript kemampuan diizinkan publikasi desainer untuk file bukti pada printer lokal kemudian mencetak file yang sama di DTP biro jasa menggunakan resolusi optical 600 + ppi-printer PostScript seperti dari Linotronic . Kemudian, Macintosh II dirilis yang jauh lebih cocok untuk desktop publishing karena yang lebih besar, layar warna, dukungan untuk menampilkan beberapa, kapasitas RAM yang lebih besar dan perusahaan SCSI interface penyimpanan yang diizinkan cepat, berkapasitas tinggi hard drive harus terpasang ke sistem.

Meskipun berbasis sistem Macintosh akan terus mendominasi pasar, di 1986, GEM berbasis Ventura Penerbit diperkenalkan untuk MS-DOS komputer. Sementara karton metafora's PageMaker erat simulasi proses pembuatan layout secara manual, Ventura Publisher otomatis proses tata letak melalui penggunaan tag / style sheet dan secara otomatis dihasilkan indeks dan bahan tubuh lainnya. Hal ini membuat cocok untuk buku pedoman, dan lainnya lama-format dokumen. Desktop publishing pindah ke pasar dalam negeri pada tahun 1986 dengan Profesional Page untuk Amiga , Penerbitan Partner (sekarang PageStream) untuk Atari ST , GST's Timeworks Penerbit pada PC dan Atari ST dan Calamus untuk TT030 Atari . Bahkan untuk komputer 8-bit seperti Apple II dan Commodore 64 software diumumkan: Home Penerbit, The Berita dan geoPublish .

Selama tahun-tahun awal, desktop publishing mendapatkan reputasi buruk dari pengguna yang tidak terlatih yang kurang terorganisir menciptakan efek tebusan catatan layout - kritik yang akan dikenakan lagi terhadap awal web penerbit satu dasawarsa kemudian. Namun, beberapa mampu mewujudkan hasil yang benar-benar profesional. Misalnya, . majalah info menjadi desktop pertama yang diterbitkan, penuh warna, kios koran majalah pada triwulan terakhir tahun 1986, menggunakan kombinasi Commodore Amiga komputer, perangkat lunak penerbitan desktop Profesional Page, dan Agfa seter Graphics. Yang dikenal pertama "publikasi desktop" adalah Barter Buku yang diterbitkan di Campbell River British Columbia Kanada. Using a 512k Fat Mac and an imagewriter in February 1985. Menggunakan Mac 512K Lemak dan imagewriter sebuah pada bulan Februari 1985. 

Seringkali dianggap sebagai keterampilan dasar, peningkatan aksesibilitas untuk lebih ramah-pengguna perangkat lunak DTP telah membuat DTP keterampilan sekunder ke arah seni , desain grafis , multimedia pembangunan , komunikasi pemasaran , karir administrasi dan keaksaraan lanjutan sekolah tinggi di negara berkembang. Tingkat keterampilan DTP berkisar dari apa yang mungkin bisa dipelajari dalam beberapa jam (misalnya belajar bagaimana memasukkan clip art dalam pengolah kata) untuk apa yang memerlukan pendidikan perguruan tinggi dan tahun pengalaman (misalnya agen periklanan posisi). Disiplin keterampilan DTP berkisar dari keterampilan teknis seperti produksi prepress dan pemrograman untuk keterampilan kreatif seperti desain komunikasi dan pengembangan citra grafis . 

Kapan desktop publishing diciptakan? 
Beberapa peristiwa pertengahan 1980-an termasuk pengembangan Aldus PageMaker (sekarang Adobe PageMaker) diantar masuk era desktop publishing. Ini memang pengenalan baik LaserWriter Apple, desktop printer PostScript, dan PageMaker untuk Mac yang menggebrak revolusi desktop publishing. Aldus Corporation pendiri Paul Brainerd, biasanya dikreditkan untuk coining kalimat, "desktop publishing." 1985 adalah tahun yang sangat baik.

  1. 1984 - The Apple Macintosh debut.
  2. 1984 - Hewlett-Packard memperkenalkan LaserJet, printer laser desktop yang pertama. 
  3. 1985 - memperkenalkan Adobe PostScript, industri standar Page Deskripsi Language (PDL) untuk typesetting profesional. 
  4. 1985 - Aldus PageMaker mengembangkan untuk Mac, penerbitan "pertama desktop" aplikasi. 
  5. 1985 - Apple menghasilkan LaserWriter, printer laser desktop yang pertama mengandung PostScript.
  6. 1987 - PageMaker untuk platform Windows diperkenalkan.
  7. 1990 - kapal Microsoft Windows 3.0. 
Maju cepat tahun 2003 dan seterusnya. Anda masih dapat membeli Hewlett-Packard dan Apple LaserJets LaserWriters tetapi ada ratusan printer lainnya dan produsen printer untuk memilih dari juga. PostScript adalah pada tingkat 3 sementara PageMaker adalah pada versi 7, tetapi sekarang dipasarkan ke sektor bisnis. 

Dalam tahun-tahun sejak diperkenalkan PageMaker dan pembelian oleh Adobe, Quark, Inc QuarkXPress mengambil alih sebagai kekasih aplikasi desktop publishing. Tapi hari Adobe InDesign adalah tertanam kuat di sektor profesional dan membujuk lebih banyak mengkonversi pada PC dan platform Mac. 

Sementara Macintosh masih dianggap oleh beberapa orang sebagai platform pilihan untuk desktop publishing profesional, puluhan "konsumen dan bisnis penerbitan desktop kecil" paket hit rak di tahun 1990-an, katering untuk legiun pertumbuhan PC / pengguna Windows. Paling penting di antara Windows rendah biaya pilihan desktop publishing, Microsoft Publisher dan Serif PagePlus terus menambahkan fitur-fitur yang membuat mereka lebih dan lebih layak sebagai pesaing dengan "aplikasi tradisional profesional."

Dektop Penerbitan di abad ke-21 telah melihat perubahan dalam cara kita mendefinisikan desktop publishing termasuk yang melakukan desktop publishing dan software yang digunakan, meskipun banyak pemain asli tetap.

TERMINOLOGI
Ada dua jenis halaman di desktop publishing, halaman elektronik dan halaman kertas virtual yang akan dicetak pada halaman kertas fisik . Semua dokumen elektronik terkomputerisasi secara teknis, yang terbatas hanya dalam ukuran memori komputer atau komputer penyimpanan data ruang. 

Halaman kertas Virtual akhirnya akan dicetak , dan oleh karena itu perlu kertas parameter yang bersamaan dengan internasional standar kertas ukuran fisik seperti "A4," "surat," dll, jika tidak kustom ukuran untuk memangkas. Beberapa program desktop publishing memungkinkan ukuran kustom yang ditujukan untuk pencetakan format besar digunakan dalam poster , billboard dan display menunjukkan perdagangan . Halaman virtual untuk mencetak memiliki ukuran predesignated bahan cetak virtual dan dapat dilihat pada monitor dalam WYSIWYG format. Setiap halaman untuk pencetakan memiliki ukuran trim (pinggir kertas) dan luas dicetak jika berdarah pencetakan tidak mungkin seperti halnya dengan sebagian besar printer desktop . 

Sebuah halaman web adalah contoh dari sebuah halaman elektronik yang tidak dibatasi oleh parameter kertas virtual. Sebagian besar halaman dinamis elektronik dapat kembali ukuran, menyebabkan baik konten untuk skala ukuran dengan halaman atau menyebabkan konten untuk kembali aliran . 

Magister halaman template digunakan untuk secara otomatis menyalin atau link elemen dan gaya desain grafis untuk beberapa atau semua halaman dokumen multipage. Linked unsur dapat dimodifikasi tanpa harus mengubah setiap instance dari suatu elemen pada halaman yang menggunakan elemen yang sama. Halaman Master juga dapat digunakan untuk menerapkan gaya desain grafis untuk penomoran halaman otomatis. 

Page layout adalah proses dimana unsur-unsur yang diletakkan pada halaman teratur, estetis, dan tepat. Utama jenis komponen yang akan diletakkan pada halaman termasuk teks , terkait foto yang hanya dapat diubah sebagai sumber eksternal, dan gambar tertanam yang dapat dimodifikasi dengan aplikasi perangkat lunak tata letak. Beberapa gambar tertanam yang diberikan dalam perangkat lunak aplikasi, sedangkan yang lain dapat ditempatkan dari sumber eksternal file gambar. Teks dapat memasukkan ke dalam tata letak, ditempatkan, atau (dengan penerbitan database aplikasi) terkait dengan sumber eksternal dari teks yang memungkinkan beberapa editor untuk mengembangkan dokumen pada waktu yang sama.

Gaya desain grafis seperti warna, transparansi, dan filter, juga dapat diterapkan untuk unsur-unsur tata letak. Tipografi gaya dapat diterapkan ke teks secara otomatis dengan style sheet . Beberapa program tata letak termasuk style sheet untuk gambar di samping teks. Gaya grafis untuk gambar mungkin bentuk perbatasan, warna, transparansi, filter, dan parameter yang menunjuk arus teks jalan di sekitar objek yang disebut "sampul" atau "alasan yang bukan-bukan." 

Pada hari-hari awal antarmuka pengguna grafis, perangkat lunak DTP berada dalam kelas tersendiri bila dibandingkan dengan aplikasi pengolah kata yang cukup sederhana saat itu. Program seperti WordPerfect dan WordStar terutama masih berbasis teks dan menawarkan sedikit di jalan tata letak halaman, selain mungkin margin dan spasi baris. Di sisi lain, perangkat lunak pengolah kata yang diperlukan untuk fitur seperti pengindeksan dan memeriksa ejaan, fitur yang umum di banyak aplikasi saat ini. Sistem operasi menjadi lebih kuat, vendor telah berusaha untuk menyediakan pengguna dengan aplikasi platform tunggal yang dapat memenuhi semua kebutuhan.

Perbandingan Dengan Pengolahan Kata
Sementara perangkat lunak penerbitan desktop masih menyediakan fitur lengkap yang diperlukan untuk penerbitan cetak, pengolah kata modern sekarang memiliki kemampuan luar penerbitan orang-orang tua banyak aplikasi DTP, mengaburkan batas antara pengolah kata dan desktop publishing. 

Pada hari-hari awal antarmuka pengguna grafis , perangkat lunak DTP berada dalam kelas tersendiri bila dibandingkan dengan aplikasi pengolah kata sederhana cukup waktu. Program seperti WordPerfect dan WordStar terutama masih berbasis teks dan menawarkan sedikit di jalan tata letak halaman, selain mungkin margin dan spasi baris. Pada sisi lain, perangkat lunak pengolah kata yang diperlukan untuk fitur seperti pengindeksan dan memeriksa ejaan, fitur yang umum di banyak aplikasi saat ini. 

Sebagai komputer dan sistem operasi menjadi lebih kuat, vendor telah berusaha untuk menyediakan pengguna dengan aplikasi platform tunggal yang dapat memenuhi semua kebutuhan. 

Dengan Tata Letak Perangkat Lunak Elektronik Lainnya
Dalam penggunaan modern, DTP kata umumnya tidak menyertakan perangkat seperti TeX atau troff , meskipun keduanya dengan mudah dapat digunakan pada sistem desktop modern dan banyak standar dengan Unix-seperti sistem operasi dan tersedia untuk sistem lain. Perbedaan utama antara elektronik susunan kata perangkat lunak dan perangkat lunak DTP adalah bahwa perangkat lunak DTP umumnya interaktif dan WYSIWYG dalam desain, sementara typesetting perangkat lunak elektronik yang lebih tua cenderung untuk beroperasi dalam modus batch , mengharuskan pengguna untuk memasukkan program markup yang bahasa pengolahan secara manual tanpa visualisasi langsung produk jadi. Gaya yang lebih tua dari software typesetting menempati ceruk besar tetapi menyusut menulis teknis dan publikasi buku, namun karena banyak perangkat lunak dalam genre ini tersedia secara bebas, dapat lebih hemat biaya daripada berorientasi sistem DTP-profesional. Hal ini juga sangat cocok untuk newsletter perusahaan atau aplikasi lain di mana konsisten, otomatis tata letak adalah penting.

Salah satu buku referensi awal dan menyeluruh pada seni Desktop Publishing adalah Desktop Publishing Untuk Semua oleh KSV Menon. Publikasi ini berkaitan dengan hampir setiap aspek penerbitan dan hampir semua alat yang tersedia pada saat penerbitan buku ini pada tahun 2000. It is currently out of print. Saat ini tidak dicetak. 

Ada beberapa tumpang tindih antara desktop publishing dan apa yang dikenal sebagai Hipermedia penerbitan (yaitu desain Web, Kios, CD-ROM). Banyak grafis HTML editor seperti Microsoft FrontPage dan Adobe Dreamweaver menggunakan mesin layout yang mirip dengan program DTP. Namun, beberapa desainer Web masih lebih memilih untuk menulis HTML tanpa bantuan editor WYSIWYG dan resor dengan perangkat lunak tersebut, jika sama sekali, hanya untuk tata letak kompleks yang tidak dapat dengan mudah diberikan dalam kode HTML ditulis tangan. 

APLIKASI DTP
Untuk daftar yang lebih lengkap, lihat Daftar perangkat lunak penerbitan desktop
  • Uruk publisher(www.uruksoft.com) Uruk penerbit (www.uruksoft.com).
  • Adobe FrameMaker Adobe FrameMaker.
  • Adobe InDesign Adobe InDesign.
  • Adobe PageMaker Adobe PageMaker.
  • CorelDRAW CorelDRAW.
  • Corel Ventura Corel Ventura.
  • iStudio Publisher iStudio Penerbit.
  • Microsoft Office Publisher Microsoft Office Publisher.
  • PageStream (used to be "Publishing Partner") PageStream (digunakan untuk menjadi "Penerbitan Partner").
  • QuarkXPress QuarkXPress.
  • Scribus Scribus.
  • Serif PagePlus Serif PagePlus.
  • Ready,Set,Go Ready, Set, Go.
  • Easy Flyer Creator Easy Flyer Pencipta.
Siapa Yang Menggunakan Desktop Publishing? 
Hampir semua orang bisa melakukannya dengan desktop publishing software yang benar. Namun, ada kelompok tertentu yang cenderung memanfaatkan sebagian besar teknik desktop publishing.

Contohnya rumah Freelance dan desainer grafis-in, pemilik usaha kecil, sekretaris, guru, siswa, dan konsumen individu melakukan desktop publishing. Ketika perangkat lunak penerbitan desktop pertama debutnya, desktop publishing hampir eksklusif bidang desainer grafis. Namun, dengan munculnya lebih banyak perangkat lunak penerbitan desktop dan mudah digunakan, konsumen berorientasi perangkat lunak penerbitan desktop menjadi diakses ke beberapa jenis orang, termasuk non-desainer dan orang lain tanpa pengalaman desain grafis.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang yang melakukan penerbitan desktop untuk keuntungan (orang-orang bisnis):

  • Desainer grafis atau profesional lain (seringkali dengan beberapa pelatihan formal atau latar belakang) yang menggunakan perangkat lunak penerbitan desktop (paling sering program high-end seperti Adobe PageMaker atau QuarkXPress) untuk merancang dokumen untuk klien.
  • Bisnis kecil atau rumah berbasis bisnis orang (sering dilatih diri atau dengan latar belakang selain desain atau cetak) yang menggunakan komputer dan perangkat lunak penerbitan desktop untuk merancang dokumen untuk klien. 
  • Bisnis kecil atau rumahan bisnis orang dengan pengolah kata, melanjutkan, atau kantor bisnis dukungan yang mereka menggunakan software pengolah kata (biasanya) untuk merancang dokumen bagi klien mereka pemrosesan kata.
  • Orang yang menggunakan komputer dan perangkat lunak penerbitan desktop untuk merancang dokumen untuk bisnis mereka sendiri (bukan untuk klien). Akan biasanya menggunakan low-end untuk perangkat lunak penerbitan desktop menengah dan mencetak dokumen langsung ke printer desktop mereka. 
  • Sekretaris, asisten administrasi, atau kantor orang pendukung lainnya yang menggunakan perangkat lunak pengolah kata atau publikasi desktop untuk merancang dokumen untuk majikan - di samping normal mereka, tugas non-design. 
Selain itu, perangkat lunak desktop publishing sering digunakan oleh konsumen untuk penggunaan pribadi untuk desktop dicetak berbagai proyek-proyek seperti kartu ucapan, newsletter keluarga, dan lain proyek pencetakan kreatif.

Desktop Penerbitan di abad ke-21 juga mencakup atau elektronik penerbitan online, termasuk dokumen PDF, halaman Web, eBook, dan newsletter email. Seperti halnya dengan penerbitan media cetak, baik desainer profesional dan non-desainer terlibat dalam pengembangan dokumen desktop publishing untuk online / ditampilkan di layar.